
Selasa, 3 Mei 2011
Andai kata

| Osama bin Laden killed by US forces | ||||
US officials say al-Qaeda leader buried at sea after night-time raid on compound north of Pakistani capital. Last Modified: 02 May 2011 16:53 Osama bin Laden, the leader of al-Qaeda and once the most-wanted fugitive on the US list, has been killed in a firefight with American forces in Pakistan and quickly buried at sea, after a decade on the run. Long believed to be hiding in the mountainous tribal region between Pakistan and Afghanistan, Bin Laden was tracked down in a custom-built mansion in the Pakistani town of Abbottabad, 61km north of the capital, Islamabad. Confronted by elite US forces who dropped by helicopter into the compound, bin Laden was shot dead in a 40-minute operation under the cover of night, US officials said. "Justice has been done," Barack Obama, the US president, announced in a televised address late on Sunday, sparking jubilant celebrations across the US. "A small team of Americans carried out the operation with extraordinary courage and capability. After a firefight, they killed Osama bin Laden and took custody of his body. Obama said the "United States is not and will never be at war against Islam. Bin Laden was not a Muslim leader, in fact, he slaughtered many Muslims". DNA 'evidence' Four people, including one of bin Laden's sons, were also killed in the operation. After the firefight, US officials said they used "multiple methods" to positively identify bin Laden's remains. Obama administration officials said on Monday that DNA tests confirmed the death, providing a match with 99.9 per cent confidence. The US is believed to have collected DNA samples from bin Laden family members in the years since the September 11, 2001, attacks that triggered the US-led invasion of Afghanistan Unnamed US officials said bin Laden's body was quickly buried in the waters of the north Arabian Sea after the operation, adhering to Islamic procedures including washing the corpse, the AP news agency reported. "We wanted to avoid a situation where it would become a shrine," the AFP news agency quoted one official as saying. According to Al Jazeera's Rosiland Jordan in Washington, the operation had been in the making for the last nine or 10 months. "The fact that it happened inside Pakistan, there have been suggestions that Pakistani intelligence may have been protecting them," she said. Patty Culhane, another Al Jazeera correspondent, said US authorities received intelligence last September and were able to track bin Laden down through his couriers. They followed them to the compound, which was reported to be worth over a million dollars. Pledges of revenge As news of bin Laden's death spread, crowds gathered to celebrate outside the White House in Washington, DC, as well as in New York City - one of the sites of the September 11 attacks. But celebrations over the operation were tempered by fears of retaliation, and the US quickly issued security warnings to Americans worldwide. Hours after Obama made the announcement, a top al-Qaeda ideologue promised revenge for bin Laden's death. The commentator, going by the online name Assad al-Jihad2, posted on websites a long eulogy for the al-Qaeda leader and promised to "avenge the killing of the Sheik of Islam". The Pakistani Taliban also threatened attacks against government leaders, including Asif Ali Zardari, the Pakistani president, the Pakistan army and the US. Elsewhere, the announcement of bin Laden's death was met with varied responses. Ban Ki-moon, the secretary-general of the UN, called the death a "watershed moment". "This is a day to remember the victims of terrorism here in the United States and everywhere in the world," he said at UN headquarters. "The fight against terror goes on, but tonight America has sent an unmistakable message: No matter how long it takes, justice will be done," he said in a statement. 'Symbolic victory' In Afghanistan, Qais Azimy, Al Jazeera's correspondent in Kabul, said Afghan officials described bin Laden's killing as a "symbolic victory", since he was no longer directly connected to the group's field operations. Mark Kimmit, a US military analyst, said bin Laden's death "was not the end of terrorism, but an end of a chapter."
So what?! Yang tu saja aku kirimkan kepada Amerika dan sekutunya. Sebenarnya berita ini lebih banyak menimbulkan persoalan kepadaku dari memberi jawapan. Mana gambar Osama mati? Jadi apa yang Amerika patut lakukan sekarang? Blahlah dari Afghanistan. Alasan kamu untuk menyerang Afghanistan sudah mati seperti yang didakwa oleh kamu. Atau kamu mahu terus menjadi santapan mujahid-mujahid Afghanistan? Secara seriusnya, aku tidak terkejut langsung dengan kematiannya (seperti yang didakwa oleh mereka). |
Jumaat, 29 April 2011
Boikot Capcom!!
PMIUM gesa kerajaan bertegas permainan hina Islam

Khamis, 28 April 2011
Selasa, 26 April 2011
Pernyataan resmi oleh Mujahidin Tajikistan tentang syahidnya Amir Mullo Abdullo
TAJIKISTAN - Pernyataan yang dipublikasikan secara online dalam bahasa Tajik dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh situs Kavkaz Center, secara khusus mengatakan :
"Kami, Mujahidin Tajikistan, mengalamatkan untuk kaum Muslim Tajikistan sehubungan dengan syahidnya (Insha Allah) Mullo Abdullo. Pertama kami ingin mengatakan bahwa kita tak perlu bersedih hati."
Saudara kita, Amir Mullo Abdullo telah berperang melawan musuh-musuh Allah selama 19 tahun penuh, dan sekarang Allah mengembalikan dia kepangkuanNYA. Kami memohon agar menerima mereka yang syahid dan menempatkannya di taman-taman surga.
Kami juga ingin mengalamatkan kepada orang yang tidak beriman dan munafik dan ingin memberitahukan mereka bahwa mereka seharusnya tidak bersukacita atas penangkapan Ali Bedaki atau syahidnya Mullo Abdullo. Dalam barisan kami, terdapat banyak orang yang siap mengorbankan nyama mereka demi Allah, Insha Allah, dan Anda akan segera merasakan kekuatan mereka.
Sudah saatnya ummat Islam berdiri dan membuang rantai Emomali Rakhmonov yang melingkar di leher kalian.
Berapa lama lagi ummat Islam akan bertahan dalam ketidakadilan dan penghinaan?
Kaum Muslimin telah dirampok secara terang-terangan uang mereka untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air Rogun. Bahkan jika stasiun pembangkit listrik tenaga air dibangun, itu hanya menguntungkan keluarga Rakhmonov dan tak seorang pun akan melihat sesuatu yang baik dari itu.
Stasiun pembangkit listrik tenaga air Rogun akan menelan biaya sekitar 1,5 miliar dollar. Rakhmonov bisa membangunnya, tidak hanya satu, tapi beberapa pembangkit listrik serupa dari uang yang ia curi dari rakyat dan organisasi-organisasi internasional.
"Kepedulian pemerintah" membangun jalan tol bagi rakyat dengan merampok uang supir bahkan dari desa-desa terdekat. Perushaan yang mengumpulkan uang tol (terdaftar di luar negeri) juga dimiliki oleh Rakhmonov.
Selama musim dingin, listrik dijual ke luar negeri atau akan langsung dijual ke pabrik alumunium dengan keuntungan yang langsung masuk ke kantong Rakhmonov. Dan Muslim menyaksikan bahwa selama musim dingin yang sangat keras tahun 2008, ratusan anak meninggal dunia di rumah sakit dan desa-desa karena kedinginan.
Rakhmonov merupakan parasit negara, pemimpin bodoh dan serakah yang tidak dihormati dan tidak memiliki martabat.
Rakhmonov tidak melakukan apa-apa dalam kunjungannya ke seluruh dunia dengan tangan terulur, tidak ragu-ragu mengemis sen di bawah berbagai dalih, seperti membantu bencana alam dan lainnya.
Rakyat Tajikistan merupakan rakyat yang "mandiri". Siapa yang hidup di Tajikistan di antara rakyat Tajikistan yang menerima gaji dari pemerintah?
Muslim meninggalkan Jihad, maka Allah akan menghinakan kaum Muslim lebih buruk dari yang dilakukan murtadin Tajikistan atau kafir Rusia.
Kini, Firaun kecil Rakhmonov terlihat telah mengambil kesabaran di kalangan ummat Islam. Dia ingin merampas hal terakhir yang tersisa. Dia melarang saudara kita, anak perempuan dan ibunya untuk memakai jilbab, karena menjadi hamba iblis, maka ia membenci jilbab.
Dalam usahanya untuk membangun sebuah "peradaban" negara berdasarkan model Barat, ia memutuskan untuk memaksa Muslimah untuk menanggalkan pakaian mereka. Ia percaya bahwa keterbukaan dan aksesibilitas perempuan Muslim adalah tanda "peradaban dan kemajuan".
Kini rezim mulai menghancurkan masjid dengan dalih bahwa mereka dibangun secara "ilegal". Tetapi masjid adalah rumah Allah dan segala sesuatu di dunia ini adalah milik Allah yang Maha Tinggi.
Kami menyerukan kepada Anda, saudara dan saudari kami di Tajikistan. Apakah kalian tidak untuk meninggalkan dunia ini, apa yang kalian takutkan dan apa yang kalian tunggu?
Bangkitlah rakyat Dushanbe, Khatlon dan Badakhshan, Sugda dan Rasht!
Lihatlah apa yang terjadi terhadap Mubarak? Di mana kini Presiden Tunisia? Dan apa yang terjadi terhadap Presiden Libya? Allah STW telah menghukum mereka di dunia ini dan mempermalukan mereka di hadapan seluruh dunia.
Akhirnya kami bersyukur kepada Allah, tuhan semesta alam. Salam dan berkah Allah bagimu semua.
(haninmazaya/arrahmah.com)
Jumaat, 8 April 2011
The Man From Nowhere

Ah, bagaimana aku mahu memulakan ulasan mengenai sebuah filem yang indah ini... Hmmm.. Jika anda suka Won Bin yang kacak ini, ini memang filem untuk anda (Jangan tipulah kalau awek-awek tak suka, makcik aku yang dah beranak lima pun suka Won Bin). Jika anda suka kanak-kanak perempuan Asia Timur yang comel serta bijak, juga pandai buat muka seposen, ini filem untuk anda juga. Jika anda peminat sinemotografi filem yang cantik, ini sememangnya filem untuk anda. Seterusnya jika anda suka aksi lasak yang ganas, realistik, darah yang membuak-buak, sadis, kejam, tak ada perikemanusiaan, filem ini berada di landasan yang betul untuk anda.


Ingat babak seorang askar Jerman yang menikam dada seorang askar Amerika secara perlahan-lahan dalam Saving Private Ryan? Kapak kepala pun ada! Satu perkara lagi yang aku terperasan, gerak tempur yang digunakan oleh Won Bin didalam filem ini tidak ada rupa kung fu atau apa saja aksi seni beladiri yang berasal dari Asia timur seperti Karate dan sebagainya. Ia lebih kepada buah silat! Gengster Siam tu pula menggunakan kerambit pada pertarungan akhirnya dengan Won Bin. Ya, aku nampak ada sedikit pengaruh Nusantara didalam filem ini.Ahad, 3 April 2011
Senjata Buatan Israel Disita Pasukan Oposisi di Misratah Libya
Pasukan Revolusioner mengatakan pasukan yang setia kepada penguasa Libya Muammar Gaddafi menggunakan senjata buatan Israel untuk melakukan serangan di Misratah.
Seorang juru bicara oposisi, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada AFP pada Sabtu kemarin (2/4) bahwa pasukan Gaddafi meninggalkan granat roket buatan Israel setelah mereka gagal merebut kembali Misratah, yang terletak 150 kilometer (95 mil) timur ibukota Libya Tripoli.
Ia juga menuduh pasukan pemerintah telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan setelah pasukan Gaddafi melakukan serangan yang menargetkan pemukiman dan rumah warga sipil di kota pesisir Misratah.
Pasukan oposisi dilaporkan berhasil menghalau upaya pasukan Gaddafi untuk masuk ke Misratah dari tiga front.
Sementara itu, pasukan oposisi mengklaim telah merebut kota pelabuhan minyak strategis Brega pada hari Sabtu kemarin pada saat pertempuran semakin berkecamuk.
Pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat dan sekutu membom sasaran di dalam dan sekitar Brega.
Televisi pemerintah Libya menyatakan bahwa warga sipil terkena serangan udara pimpinan AS atas kota barat daya Sabha.(fq/prtv)
